<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kholilur's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kholilur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kholilur.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Apr 2008 15:12:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kholilur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kholilur's Weblog</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kholilur.wordpress.com/osd.xml" title="Kholilur&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kholilur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pacaran dalam islam</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/pacaran-dalam-islam/</link>
		<comments>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/pacaran-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 15:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholilur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kholilur.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Pacaran&#8221; adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan &#8220;pacaran&#8221; itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran? Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=9&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&#8220;Pacaran&#8221; adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan &#8220;pacaran&#8221; itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?</p>
<p align="justify">Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Quran dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.</p>
<p align="justify">Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk bertaaruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.</p>
<p align="justify">Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10, &#8220;Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara&#8221;. Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.</li>
<li>Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.</li>
<li>Saling mendoakan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p align="justify">Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.</p>
<p align="justify">Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na�udzubillaahi min dzalik.</p>
<p align="justify">Oleh karena itu, hendaklah kita :</p>
<ol>
<li>Menundukan pandangan.</li>
<p align="justify">&#8220;Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : &#8220;Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis.&#8221;</p>
<li>Jangan berduaan dengan lawan jenis.</li>
<p align="justify">&#8220;Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan.&#8221;</p>
<li>Memperbanyak shaum sunat</li>
</ol>
<p align="justify">Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.</p>
<p align="justify">Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah &#8220;Janganlah kamu dekati zina&#8221;.</p>
<p align="justify">Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Naudzubillaahi min dzalik.</p>
<p align="justify">dari mediakita.cjb.net</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kholilur.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kholilur.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kholilur.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kholilur.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=9&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/pacaran-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e9d2f330d62d7bfe62c9bcaa8d7e35?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kholilur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH NABI AYYUB ALAI HIS SALAM</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/kisah-nabi-ayyub-alai-his-salam/</link>
		<comments>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/kisah-nabi-ayyub-alai-his-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 14:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholilur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kholilur.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[KISAH PARA NABI Berkata salah seorang malaikat kepada kawan-kawannya yang berkumpul berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk Allah s.w.t., jenis manusia di atas bumi : &#8220;Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah s.w.t. yang lebih baik dari hamba Allah Ayyub&#8221;. Ia adalah seorang mukmin sejati ahli ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=8&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/bismilah2.gif" border="0" alt="" width="401" height="129" /></p>
<p align="center"><span style="font-family:Book Antiqua;color:#ff0000;font-size:x-large;"><strong>KISAH PARA NABI</strong></span></p>
<p align="center"><img src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" border="0" alt="" width="448" height="23" /></p>
<p align="left"><strong><span style="color:#ff0000;"><br />
</span></strong></p>
<p align="left">Berkata salah seorang malaikat kepada kawan-kawannya yang berkumpul berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk <strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong>, jenis manusia di atas bumi : &#8220;Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> yang lebih baik dari hamba Allah Ayyub&#8221;. Ia adalah seorang mukmin sejati ahli ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan oleh <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> kepadanya, ia mengenepikan sebahagian untuk menolong orang-orang yang memerlukan para fakir miskin. Hari-harinya terisi penuh dengan ibadah, sujud kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>dan bersyukur atas segala nikmat dan kurnia-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong> yang diberikan kepadanya.&#8221;</p>
<p>Para malaikat yang mendengarkan kata-kata pujian dan sanjungan untuk diri Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan masing-masing menambahkan lagi dengan menyebut beberapa sifat dan tabiat yang lain yang ada pada diri Ayyub.<br />
Percakapan para malaikat yang memuji-muji Ayyub itu didengar oleh Iblis laknatullah yang sedang berada tidak jauh dari tempat mereka berkumpul. Iblis laknatullah merasa panas hati dan jengkel mendengar kata-kata pujian bagi seseorang dari keturunan Adam yang ia telah bersumpah akan disesatkan ketika ia dikeluarkan dari syurga kerananya. Ia tidak rela melihat seorang dari anak cucu anak Nabi Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan amal soleh sesuai dengan perintah dan petunjuk <strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong>.</p>
<p>Pergilah Iblis laknatullah mendatangi Ayyub untuk menyatakan sendiri sampai sejauh mana kebenaran kata-kata pujian para malaikat itu kepada diri Ayyub. Ternyata memang benar Ayyub patut mendapat segala pujian itu. Ia mendatangi Ayyub bergelimpangan dalam kenikmatan duniawi, tenggelam dalam kekayaan yang tidak ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar yang hidup rukun, damai dan bakti. Ia mendapati Ayyub tidak tersilau matanya oleh kekayaan yang ia miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawinya. Siang dan malam ia sentiasa menemui Ayyub berada di mihrabnya melakukan solat, sujud dan tasyakur kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> atas segala pemberian-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>. Mulutnya tidak berhenti menyebut nama <span style="color:#0000ff;"><strong> Allah s.w.t.</strong></span>, berzikir, bertasbih dan bertahmid. Ayyub ditemuinya sebagai seorang yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>yang lemah, yang lapar diberinya makan, yang telanjang diberinya pakaian, yang bodoh diajar dan dipimpin dan yang salah ditegur.</p>
<p>Iblis laknatullah gagal dalam usahanya memujuk Ayyub. Telinga Ayyub pekak terhadap segala bisikannya dan fitnahannya dan hatinya yang sudah penuh dengan iman dan takwa tidak ada tempat lagi bagi bibit-bibit kesesatan yang ditaburkan oleh Iblis laknatullah. Cinta dan taatnya kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> merupakan benteng yang ampuh terhadap serangan Iblis laknatullah dengan peluru kebohongan dan pemutar-balikan kebenaran yang semuanya mental tidak mendapatkan sasaran pada diri Ayyub.<br />
Akan tetapi Iblis laknatullah bukanlah Iblis laknatullah namanya jika ia berputus asa dan kegagalannya memujuk Ayyub secara langsung. Ia pergi menghadapi kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> untuk menghasut. Ia berkata : &#8220;Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang menyembah dan memuji-muji-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong>, bertasbih dan bertahmid menyebut nama-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong>, ia tidak berbuat demikian seikhlas dan setulus hatinya kerana cinta dan taat pada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong>. Ia melakukan itu semua dan berlaku sebagai hamba yang soleh tekun beribadah kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong> hanya kerana takut akan kehilangan semua kenikmatan duniawi yang telah<strong><span style="color:#0000ff;"> Engkau</span></strong> kurniakan kepadanya. Ia takut, jika ia tidak berbuat demikian, bahawa engkau akan mencabut daripadanya segala nikmat yang telah ia perolehnya berupa puluhan ribu haiwan ternakan, beribu-ribu hektar tanah ladang, berpuluh-puluh hamba sahaya dan pembantu serta keluarga dan putera-puteri yang soleh dan bakti. Tidakkah semuanya itu patut disyukuri untuk tidak terlepas dari pemilikannya dan habis terkena musibah? Di samping itu Ayyub masih mengharapkan agar kekayaannya bertambah menjadi berlipat ganda. Untuk tujuan dan maksud itulah Ayyub mendekatkan diri kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong> dengan ibadah dan amal-amal solehnya dan andai kata ia terkena musibah dan kehilangan semua yang ia miliki, nescaya ia akan mengubah sikapnya dan akan melalaikan kewajibannya beribadah kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong>.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong> berfirman kepada Iblis laknatullah: <strong><em><span style="color:#ff0000;"> &#8220;Sesungguhnya Ayyub adalah seorang hamba-</span><span style="color:#0000ff;">Ku </span><span style="color:#ff0000;"> yang sangat taat kepada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;">, ia seorang mukmin sejati, apa yang ia lakukan untuk mendekati dirinya kepada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;"> adalah semata-mata didorong oleh iman yang teguh dan taat yang bulat kepada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;">. Iman dan takwa yang telah meresap di dalam lubuk hatinya serta menguasai seluruh jiwa raganya tidak akan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawinya. Cintanya kepada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;"> yang telah menjiwai amal ibadah dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi kurang, musibah apa pun yang akan melanda dalam dirinya dan harta kekayaannya. Ia yakin seyakin-yakinnya bahawa apa yang ia miliki adalah pemberian-</span><span style="color:#0000ff;">Ku </span><span style="color:#ff0000;"> yang sewaktu-waktu dapat </span><span style="color:#0000ff;"> Aku</span><span style="color:#ff0000;"> cabut daripadanya atau menjadikannya bertambah berlipat ganda. Ia bersih dari semua tuduhan dan prasangkamu. Engkau memang tidak rela melihat hamba-hamba-</span><span style="color:#0000ff;">Ku </span><span style="color:#ff0000;"> anak cucu Adam berada di atas jalan yang benar, lurus dan tidak tersesat. Dan untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan kebulatan imannya kepada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;"> dan kepada takdir-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;">, </span><span style="color:#0000ff;"> Aku</span><span style="color:#ff0000;"> izinkan engkau untuk mencuba menggodanya serta memalingkannya daripada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;">. Kerahkanlah pembantu-pembantumu menggoda Ayyub melalui harta kekayaannya dan keluarganya. Cuba binasakanlah harta kekayaannya dan cerai-beraikanlah keluarganya yang rukun dan bahagia itu dan lihatlah sampai di mana kebolehanmu menyesatkan dan merusakkan iman hamba-</span><span style="color:#0000ff;">Ku </span><span style="color:#ff0000;"> Ayyub itu.&#8221;<br />
</span></em></strong><br />
Dikumpulkanlah oleh Iblis lakantullah dan syaitan-syaitan, pembantunya, diberitahukan bahawa ia telah mendapatkan izin dari <span style="color:#0000ff;"><strong> Tuhan </strong></span> untuk mengganyang Ayyub, merosak aqidah dan imannya dan memalingkannya dari <span style="color:#0000ff;"><strong>Tuhan</strong></span>nya yang ia sembah dengan sepenuh hati dan keyakinan. Jalannya ialah dengan memusnahkan harta kekayaannya sehingga ia menjadi seorang yang papa dan miskin, mencerai-beraikan keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara tidak berkeluarga, Iblis laknatullah berseru kepada pembantu-pembantunya itu agar melaksanakan tugas penyesatan Ayyub sebaik-baiknya dengan segala daya dan siasat apa saja yang mereka dapat lakukan.</p>
<p>Dengan berbagai cara gangguan, akhirnya berhasillah kawanan syaitan laknatullah itu menghancurkan-luluhkan kekayaan Ayyub, yang dimulai dengan haiwan-haiwan ternakannya yang bergelimpangan mati satu persatu sehingga habis sama sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rosak menjadi kering dan gedung-gedungnya yang terbakar habis dimakan api, sehingga dalam waktu yang sangat singkat sekali Ayyub yang kaya-raya tiba-tiba menjadi seorang papa miskin tidak memiliki selain hatinya yang penuh iman dan takwa serta jiwanya yang besar.</p>
<p>Setelah berhasil menghabiskan kekayaan dan harta milik Ayyub datanglah Iblis laknatullah kepadanya menyerupai sebagai seorang tua yang tampak bijaksana dan berpengalaman dan berkata: &#8220;Sesungguhnya musibah yang menimpa dirimu sangat dahsyat sekali sehingga dalam waktu yang begitu sempit telah habis semua kekayaanmu dan hilang semua harta kekayaan milikmu. Kawan-kawanmu merasa sedih sedang musuh-musuhmu bersenang hati dan gembira melihat penderitaan yang engkau alami akibat musibah yang susul-menyusul melanda kekayaan dan harta milikmu. Mereka bertanya-tanya, gerangan apakah yang menyebabkan Ayyub tertimpa musibah yang hebat itu yang menjadikannya dalam sekelip mata kehilangan semua harta miliknya. Sementara orang dari mereka berkata bahawa mungkin kerana Ayyub tidak ikhlas dalam ibadah dan semua amal kebajikannya dan ada yang berkata bahawa andaikan <strong><span style="color:#0000ff;">Allah</span></strong>, <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong> Ayyub, benar-benar berkuasa, nescaya <strong><span style="color:#0000ff;"> Dia </span></strong> dapat menyelamatkan Ayyub dari malapetaka, mengingat bahawa ia telah menggunakan seluruh waktunya beribadah dan berzikir, tidak pernah melanggar perintah-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>. Seorang lain datang dengan mengatakan bahawa mungkin amal ibadah Ayyub tidak diterima oleh <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong>, kerana ia tidak melakukan itu dari hati yang bersih dan sifat ria dan ingin dipuji dan banyak lagi cerita-cerita orang tentang kejadian yang sangat menyedihkan itu. Akupun menaruh simpati kepadamu, hai Ayyub dan turut bersedih hati dan berdukacita atas nasib yang buruk yang engkau telah alami.&#8221;</p>
<p>Iblis laknatullah yang menyerupai sebagai orang tua itu &#8211; mengakhiri kata-kata hasutannya seraya memperhatikan wajah Ayyub yang tetap tenang berseri-seri tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau sesalan yang ingin ditimbulkan oleh Iblis laknatullah dengan kata-kata racunnya itu. Ayyub berkata kepadanya : &#8220;Ketahuilah bahawa apa yang aku telah miliki berupa harta benda, gedung-gedung, tanah ladang dan haiwan ternakan serta lain-lainnya semuanya itu adalah barangan titipan <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> yang diminta-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong> kembali setelah aku cukup menikmatinya dan memanfaatkannya sepanjang masa atau ibarat barang pinjaman yang diminta kembali oleh tuannya jika saatnya telah tiba. Maka segala syukur dan puji bagi <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>yang telah memberikan kurniaan-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> kepadaku dan mencabutnya kembali pula dari siapa yang <strong><span style="color:#0000ff;"> Dia</span></strong> kehendaki dan mencabutnya pula dari siapa saja yang <strong><span style="color:#0000ff;"> Dia</span></strong> suka.<strong><span style="color:#0000ff;"> Dia</span></strong> adalah yang <strong><span style="color:#0000ff;"> Maha Kuasa </span></strong> mengangkat darjat seseorang atau menurunkannya menurut kehendak-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>. Kami sebagai hamba-hamba makhluk-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong> yang lemah patut berserah diri kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong> dan menerima segala qadha&#8217; dan takdir-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> yang kadang kala kami belum dapat mengerti dan menangkap hikmah yang terkandung dalam qadha&#8217; dan takdir-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> itu.&#8221;</p>
<p>Selesai mengucapkan kata-kata jawabnya kepada Iblis laknatullah yang sedang duduk tercenggang di depannya, menyungkurlah Ayyub bersujud kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> memohon ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cubaan dan ujian-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>. Iblis laknatullah segera meninggalkan rumah Ayyub dengan rasa kecewa bahawa racun hasutannya tidak termakan oleh hati hamba Allah yang bernama Ayyub itu. Akan tetapi Iblis lakantullah tidak akan pernah berputus asa melaksanakan sumpah yang ia telah nyatakan di hadapan <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>dan malaikat-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> bahawa ia akan berusaha menyesatkan Bani Adam di mana saja mereka berada. Ia merencanakan melanjutkan usaha gangguan dan godaannya kepada Ayyub lewat penghancuran keluarganya yang sedang hidup rukun, damai dan saling hidup cinta mencintai dan harga menghargai. Iblis laknatullah datang lagi menghadap kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong> dan meminta izin meneruskan usahanya mencuba Ayyub. Berkata ia kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong>: &#8220;Wahai <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong>, Ayyub tidak termakan oleh hasutanku dan sedikit pun tidak goyah iman dan aqidahnya kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong> meski pun ia sudah kehilangan semua kekayaannya dan kembali hidup papa dan miskin kerana ia masih mempunyai putera-putera yang cekap yang dapat ia andalkan untuk mengembalikan semua yang hilang itu dan menjadi sandaran serta tumpuan hidupnya di hari tuanya. Menurut perkiraanku, Ayyub tidak akan bertahan jika musibah yang mengenai harta kekayaannya mengenai keluarganya pula, apa lagi bila ia sangat sayang dan mencintai, maka izinkanlah aku mencuba kesabarannya dan keteguhannya kali ini melalui godaan yang akan aku lakukan terhadap keluarganya dan putera-puteranya yang ia sangat sayang dan cintai itu.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong> meluluskan permintaan Iblis laknatullah itu dan berfirman: &#8220;<strong><em><span style="color:#0000ff;">Aku</span><span style="color:#ff0000;"> mengizinkan engkau mencuba sekali lagi menggoyahkan hati Ayyub yang penuh iman, tawakkal dan kesabaran itu dengan caramu yang lain, namun ketahuilah bahawa engkau tidak akan berhasil mencapai tujuanmu melemahkan iman Ayyub dan menipiskan kepercayaannya kepada-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span></em></strong>.&#8221;</p>
<p align="left">Iblis laknatullah lalu pergi bersama pembantu-pembantunya menuju tempat tinggal putera-putera Ayyub di suatu gedung yang penuh dengan sarana-sarana kemewahan dan kemegahan, lalu digoyangkanlah gedung itu hingga roboh berantakan menjatuhi dan menimbuni seluruh penghuninya. Kemudian cepat-cepatlah pergi Iblis laknatullah mengunjungi Ayyub di rumahnya, menyerupai sebagai seorang dari kawan-kawan Ayyub, yang datang menyampaikan takziah dan menyatakan turut berdukacita atas musibah yang menimpa puteranya. Ia berkata kepada Ayyub dalam takziahnya: &#8220;Hai Ayyub, sudahkah engkau melihat putera-puteramu yang mati tertimbun di bawah runtuhan gedung yang roboh akibat gempa bumi? Kiranya, wahai Ayyub, <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong> tidak menerima ibadahmu selama ini dan tidak melindungimu sebagai imbalan bagi amal solehmu dan sujud rukukmu siang dan malam.&#8221;</p>
<p>Mendengar kata-kata Iblis  laknatullah itu, menangislah Ayyub tersedu-sedu seraya berucap: &#8220;<strong><span style="color:#0000ff;">Allah</span></strong>lah yang memberi dan<strong><span style="color:#0000ff;"> Dia</span></strong> pulalah yang mengambil kembali. Segala puji bagi-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>, <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut</span></strong>.&#8221;</p>
<p>Iblis laknatullah keluar meninggalkan Ayyub dalam keadaan bersujud munajat dengan rasa jengkel dan marah kepada dirinya sendiri kerana telah gagal untuk kedua kalinya memujuk dan menghasut Ayyub. Ia pergi menghadap <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong> dan berkata: &#8220;Wahai <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong>, Ayyub sudah kehilangan semua harta benda dan seluruh kekayaannya dan hari ini ia ditinggalkan oleh putera-puteranya yang mati terbunuh di bawah runtuhan gedung yang telah kami hancurkan, namun ia masih tetap dalam keadaan mentalnya yang kuat dan sihat. Ia hanya menangis tersedu-sedu namun batinnya, jiwanya, iman dan kepercayaannya kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu </span></strong> tidak tergoyah sama sekali. Izinkan aku mencubanya kali ini mengganggu kesihatan bandanya dan kekuatan fizikalnya, kerana jika ia sudah jatuh sakit dan kekuatannya menjadi lumpuh, nescaya ia akan mulai malas melakukan ibadah dan lama-kelamaan akan melalaikan kewajibannya kepada-<strong><span style="color:#0000ff;">Mu</span></strong> dan menjadi lunturlah iman dan akidahnya.&#8221;</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong> tetap menentang Iblis laknatullah bahawa ia tidak akan berhasil dalam usahanya menggoda Ayyub walau bagaimana pun besarnya musibah yang ditimpakan kepadanya dan bagaimana pun beratnya cubaan yang dialaminya. Kerana <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> telah menetapkan dia menjadi teladan kesabaran, keteguhan iman dan ketekunan beribadah bagi hamba-hamba-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>. <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>berfirman kepada Iblis laknatullah: &#8220;<strong><em><span style="color:#ff0000;">Bolehlah engkau mencuba lagi usahamu mengganggu kesihatan badan dan kekuatan fizikal Ayyub. </span><span style="color:#0000ff;"> Aku</span><span style="color:#ff0000;"> akan lihat sejauh mana kepandaianmu mengganggu dan menghamba pilihan-</span><span style="color:#0000ff;">Ku</span><span style="color:#ff0000;"> ini</span></em></strong>.&#8221;</p>
<p>Iblis laknatullah lalu memerintahkan kepada anak buahnya agar menaburkan benih-benih baksil penyakit ke dalam tubuh Ayyub. Baksil-baksil ysng ditaburkan itu segera mengganyang kesihatan Ayyub yang menjadikan ia menderita berbagai-bagai penyakit, deman panas, batuk dan lain-lain lagi sehingga menyebabkan badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah dan wajahnya menjadi pucat tidak berdarah dan kulitnya menjadi berbintik-bintik . Ianya akhir dijauhi oleh orang-orang sekampungnya dan oleh kawan-kawan dekatnya, kerana penyakit Ayyub dapat menular dengan cepatnya kepada orang-orang yang menyentuhnya atau mendekatinya. Ia menjadi terasing daripada pergaulan orang di tempatnya dan hanya isterinyalah yang tetap mendampinginya, merawatnya dengan penuh kesabaran dan rasa kasih sayang, melayani segala keperluannya tanpa mengeluh atau menunjukkan tanda kesal hati dari penyakit suaminya yang tidak kunjung sembuh itu.</p>
<p>Iblis laknatullah memperhatikan Ayyub dalam keadaan yang sudah amat parah itu tidak meninggalkan adat kebiasaannya, ibadahnya, zikirnya, ia tidak mengeluh, tidak bergaduh, ia hanya menyebut nama <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> memohon ampun dan lindungan-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> bila ia merasakan sakit. Iblis laknatullah merasa kesal hati dan jengkel melihat ketabahan hati Ayyub menanggung derita dan kesabarannya menerima berbagai musibah dan ujian. Iblis laknatullah kehabisan akal, tidak tahu apa usaha lagi yang harus diterapkan bagi mencapai tujuannya merusakkan aqidah dan iman Ayyub. Ia lalu meminta bantuan fikiran dari para kawan-kawan pembantunya, apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Ayyub setelah segala usahanya gagal tidak mencapai sasarannya.</p>
<p>Bertanya mereka kepadanya: &#8220;Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang ampuh serta kelincinanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati manusia yang biasanya tidak pernah sia-sia?&#8221; Seorang pembantu lain berkata: &#8220;Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari syurga, bagaimanakah engkau lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuanmu itu?&#8221;<br />
&#8220;Dengan memujuk isterinya&#8221;, jawab Iblis laknatullah. &#8220;Jika demikian&#8221; berkata syaitan itu kembali, &#8220;Laksanakanlah cara itu dan terapkanlah terhadap Ayyub, hembuskanlah racunmu ke telinga isterinya yang tampak sudah agak kesal merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benarlah dan tepat fikiranmu itu,&#8221; kata Iblis laknatullah, &#8220;Hanya tinggal itulah satu-satu jalan yang belum aku cuba. Pasti kali ini dengan cara menghasut isterinya aku akan berhasil melaksanakan akan maksudku selama ini.&#8221; Dengan rencana barunya pergilah Iblis laknatullah mendatangi isteri Ayyub, menyamar sebagai seorang kawan lelaki yang rapat dengan suaminya. Ia berkata kepada isteri Ayyub: &#8220;Apa khabar dan bagaimana keadaan suamimu di ketika ini?&#8221; Seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah suaminya, berkata isteri Ayyub kepada Iblis laknatullah itu, tamunya: &#8220;Itulah dia terbaring menderita kesakitan, namun mulutnya tidak henti-hentinya berzikir menyebut nama <strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong>. Ia masih berada dalam keadaan parah, mati tidak hidup pun tidak.&#8221;</p>
<p>Kata-kata isteri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi Iblis bahawa ia kali ini akan berhasil maka diingatkanlah isteri Ayyub akan masa mudanya di mana ia hidup dengan suaminya dalam keadaan sihat, bahagia dan makmur dan dibawakannyalah kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah Iblis laknatullah dari rumah Ayyub meninggalkan isteri Ayyub duduk termenung seorang diri, mengenangkan masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraan hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan dan musibah dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan harta-benda, disusul dengan kematian puteranya, dan kemudian yang terakhirnya diikuti oleh penyakit suaminya yang parah yang sangat menjemukan itu. Isteri Ayyub merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya yang terbaring sakit, tiada sahabat tiada kerabat, tiada handai, tiada taulan, semua menjauhi mereka kerana khuatir kejangkitan penyakit kulit Ayyub yang menular dan menjijikkan itu.</p>
<p>Seraya menarik nafas panjang datanglah isteri Ayyub mendekati suaminya yang sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya berkata: &#8220;Wahai sayangku, sampai bilakah engkau terseksa oleh<span style="color:#0000ff;"><strong> Tuhan</strong></span>mu ini? Di manakah kekayaanmu, putera-puteramu, sahabat-sahabatmu dan kawan-kawan terdekatmu? Oh, alangkah syahdunya masa lampau kami, usia muda, badan sihat, sarana kebahagiaan dan kesejahteraan hidup tersedia dikelilingi oleh keluarga dan terulang kembali masa yang manis itu? Mohonlah wahai Ayyub dari <strong><span style="color:#0000ff;">Tuhan</span></strong>mu, agar kami dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berpanjangan ini.&#8221;</p>
<p>Berkata Ayyub menjawab keluhan isterinya: &#8220;Wahai isteriku yang kusayangi, engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa yang lalu, menangisi anak-anak kita yang telah mati diambil oleh <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> dan engkau minta aku memohon kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> agar kami dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaan yang kami alami masa kini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa lama kami tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu?&#8221; &#8220;Lapan puluh tahun&#8221;, jawab isteri Ayyub. &#8220;Lalu berapa lama kami telah hidup dalam penderitaan ini?&#8221; tanya lagi Ayyub. &#8220;Tujuh tahun&#8221;, jawab si isteri.</p>
<p>&#8220;Aku malu&#8221;, Ayyub melanjutkan jawapannya,&#8221; memohon dari <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> membebaskan kami dari sengsaraan dan penderitaan yang telah kami alami belum sepanjang masa kejayaan yang telah <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> kurniakan kepada kami. Kiranya engkau telah termakan hasutan dan bujukan syaitan laknatullah, sehingga mulai menipis imanmu dan berkesal hati menerima taqdir dan hukum <strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong>. Tunggulah ganjaranmu kelak jika aku telah sembuh dari penyakitku dan kekuatan badanku pulih kembali. Aku akan mencambukmu seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan diriku makan dan minum dari tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu untukku. Tinggalkanlah aku seorang diri di tempat ini sampai <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> menentukan taqdir-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>.&#8221;</p>
<p>Setelah ditinggalkan oleh isterinya yang diusir, maka Nabi Ayyub tinggal seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tiada anak dan tiada isteri. Ia bermunajat kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih sayang-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>. Ia berdoa: &#8220;Wahai <strong><span style="color:#0000ff;">Tuhan</span></strong>ku, aku telah diganggu oleh syaitan dengan kepayahan dan kesusahan serta seksaan dan<strong><span style="color:#0000ff;"> Engkau</span></strong>lah wahai <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang</span></strong>.&#8221; <strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong> menerima doa Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan Iblis laknatullah.</p>
<p align="left"><strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> mewahyukan firman kepadanya: &#8220;<strong><em><span style="color:#ff0000;">Hantakkanlah kakimu ke tanah. Dari situ air akan memancur dan dengan air itu engkau akan sembuh dari semua penyakitmu dan akan pulih kembali kesihatan dan kekuatan badanmu jika engkau gunakannya untuk minum dan mandimu</span></em></strong>.&#8221;</p>
<p>Dengan izin <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>setelah dilaksanakan petunjuk <strong><span style="color:#0000ff;"> Illahi</span></strong> itu, sembuhlah segera Nabi Ayyub dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan segala rasa pedih hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan kembali menampakkan lebih sihat dan lebih kuat daripada sebelum ia menderita. Dalam pada itu isterinya yang telah diusir dan meninggalkan dia seorang diri di tempat tinggalnya yang terasing, jauh dari jiran, jauh dari keramaian kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada jauh dari suaminya, namun ia hampir tidak mengenalnya kembali, kerana bukanlah Ayyub yang ditinggalkan sakit itu yang berada didepannya, tetapi Ayyub yang muda belia, segar bugar, sihat afiat seakan-akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia segera memeluk suaminya seraya bersyukur kepada <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t. </span></strong>yang telah memberikan rahmat dan kurnia-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> mengembalikan kesihatan suaminya bahkan lebih baik daripada keadaan asalnya.</p>
<p>Nabi Ayyub telah bersumpah sewaktu ia mengusir isterinya akan mencambuknya seratus kali bila ia sudah sembuh. Ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya itu, namun merasa kasihan kepada isterinya yang sudah menunjukkan kesetiaannya dan menyekutuinya di dalam segala duka dan deritanya. Ia bingung, hatinya terumbang-ambingkan oleh dua perasaan, ia merasa berwajiban melaksanakan sumpahnya, tetapi isterinya yang setia dan bakti itu tidak patut, kata hatinya, menjalani hukuman yang seberat itu. Akhirnya <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> memberi jalan keluar baginya dengan firman-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya</span></strong>: &#8220;<strong><em><span style="color:#ff0000;">Hai Ayyub, ambillah dengan tanganmu seikat rumput dan cambuklah isterimu dengan rumput itu seratus kali sesuai dengan sesuai dengan sumpahmu, sehingga dengan demikian tertebuslah sumpahmu</span></em></strong>.&#8221;</p>
<p>Nabi Ayyub dipilih oleh <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> sebagai nabi dan teladan yang baik bagi hamba-hamba-<strong><span style="color:#0000ff;">Nya </span></strong> dalam hal kesabaran dan keteguhan iman sehingga kini nama Ayyub disebut orang sebagai simbul kesabaran. Orang menyatakan , si Fulan memiliki kesabaran Ayyub dan sebagainya. Dan <strong><span style="color:#0000ff;"> Allah s.w.t.</span></strong> telah membalas kesabaran dan keteguhan iman Ayyub bukan saja dengan memulihkan kembali kesihatan badannya dan kekuatan fizikalnya kepada keadaan seperti masa mudanya, bahkan dikembalikan pula kebesaran duniawinya dan kekayaan harta-bendanya dengan berlipat gandanya. Juga kepadanya dikurniakan lagi putera-putera sebanyak yang telah hilang dan mati dalam musibah yang ia telah alami. Demikianlah rahmat <strong><span style="color:#0000ff;"> Tuhan</span></strong> dan kurnia-<span style="color:#0000ff;"><strong>Nya </strong></span> kepada Nabi Ayyub yang telah berhasil melalui masa ujian yang berat dengan penuh sabar, tawakkal dan beriman kepada <strong><span style="color:#0000ff;">Allah s.w.t.</span></strong>.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Kisah Ayyub di atas dapat dibaca dalam Al-Quran surah Shaad ayat 41 sehingga ayat 44 dan surah Al-Anbiaa&#8217; ayat 83 dan 84</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kholilur.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kholilur.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kholilur.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kholilur.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=8&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/kisah-nabi-ayyub-alai-his-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e9d2f330d62d7bfe62c9bcaa8d7e35?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kholilur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/bismilah2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KUMPULAN PUISI CINTA</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/kumpulan-puisi-cinta/</link>
		<comments>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/kumpulan-puisi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 14:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholilur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kholilur.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dengan puisi&#8230;. Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang Dengan puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya Aduuh hari gini kok masih sempet-sempetnya ngomongin cinta? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=7&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="width:423.1pt;" border="0" cellspacing="5" cellpadding="0" width="564">
<tbody>
<tr style="height:151.8pt;">
<td style="height:151.8pt;padding:3.75pt;">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-family:Arial;color:red;">Dengan puisi&#8230;.</span></em></strong><span style="color:red;"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:red;">Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku   nanti</span></em><em><span style="font-size:10pt;color:red;"><br />
</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:red;">Dengan   puisi aku bercinta berbatas cakrawala</span></em><span style="color:red;"></span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:red;">Dengan puisi   aku mengenang keabadian yang akan datang</span></em><em><span style="font-size:10pt;color:red;"><br />
</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:red;">Dengan   puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri</span></em><span style="color:red;"></span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:red;">Dengan puisi   aku memutih nafas jalan yang busuk</span></em><em><span style="font-size:10pt;color:red;"><br />
</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:red;">Dengan   puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya</span></em></td>
</tr>
<tr style="height:188.15pt;">
<td style="height:188.15pt;padding:3.75pt;">
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">Aduuh   hari gini kok masih sempet-sempetnya ngomongin cinta?</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">Tapi cinta khan nggak kenal perang,   nggak kenal panas, nggak kenal hujan,</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">nggak kenal badai, apalagi cuma badai   reformasi!</span><span style="background:yellow none repeat scroll 0;"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">Puisi   cinta di sini banyak sekali bentuknya, cinta kepada Allah, cinta kepada   orangtua,</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">cinta kepada adik-kakak, cinta kepada   kekasih, cinta kepada negeri,</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">pokoknya segala macem cinta yang   pernah kita rasain deh&#8230; !!</span><span style="background:yellow none repeat scroll 0;"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">Nah,   buat siapa aja yang seneng nulis puisi cinta, dan pengen ikutan nyumbang</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">di halaman ini, kamu kirim aja ke   emailku, puisinya terserah mau diambil</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">dari mana, asal ditulis jelas   pengarangnya siapa, syukur-syukur kalau ngarang</span><em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;"><br />
</span></em><span style="background:yellow none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Arial;color:white;">sendiri, wah&#8230; lebih berarti tuh   biasanya&#8230;!!</span><span style="color:red;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kholilur.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kholilur.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kholilur.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kholilur.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=7&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/kumpulan-puisi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e9d2f330d62d7bfe62c9bcaa8d7e35?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kholilur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>data diri</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/data-diri/</link>
		<comments>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/data-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 14:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholilur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kholilur.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[nama : moh. kholilur rohman tempat,tgl,lhr : kediri, 24 agustt 1989 alamat : ds,miri gerot suko anyar, kec, mojo kab, kediri sekolah : MAN 2 KEDIRI kelas : XII IPS 4 no absen : 30<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=5&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nama : moh. kholilur rohman</p>
<p>tempat,tgl,lhr : kediri, 24 agustt 1989<a href="http://kholilur.files.wordpress.com/2008/04/tomjerry.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-6" src="http://kholilur.files.wordpress.com/2008/04/tomjerry-300x268.jpg?w=252&#038;h=214" alt="" width="252" height="214" /></a></p>
<p>alamat : ds,miri gerot suko anyar, kec, mojo kab, kediri</p>
<p>sekolah : MAN 2 KEDIRI</p>
<p>kelas : XII IPS 4</p>
<p>no absen : 30<img src="/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" alt="" /><img src="/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" alt="" /> <img src="http://kholilur.wordpress.com/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" alt="" /><img src="http://kholilur.wordpress.com/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" alt="" /><img src="http://kholilur.wordpress.com/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" alt="" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kholilur.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kholilur.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kholilur.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kholilur.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=5&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/data-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e9d2f330d62d7bfe62c9bcaa8d7e35?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kholilur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kholilur.files.wordpress.com/2008/04/tomjerry-300x268.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kholilur.wordpress.com/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kholilur.wordpress.com/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kholilur.wordpress.com/Documents%20and%20Settings/MMC/Desktop/TomJerry.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah perkembangan ilmu ekonomi</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/sejarah-perkembangan-ilmu-ekonomi/</link>
		<comments>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/sejarah-perkembangan-ilmu-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 14:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholilur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kholilur.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Transaksi di bursa saham new york Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity). adam smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi Kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=4&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" title="Transaksi di bursa saham New York" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:NYSE-floor.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/01/NYSE-floor.jpg/300px-NYSE-floor.jpg" border="0" alt="Transaksi di bursa saham New York" width="300" height="197" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:NYSE-floor.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Transaksi di bursa saham new york<a class="mw-redirect" title="New York Stock Exchange" href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_York_Stock_Exchange"></a></div>
</div>
</div>
<p><strong>Ilmu ekonomi</strong> adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: <em>scarcity</em>).</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" title="Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:AdamSmith.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0a/AdamSmith.jpg/180px-AdamSmith.jpg" border="0" alt="Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi" width="180" height="269" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:AdamSmith.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>adam smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi</p></div>
</div>
</div>
<p>Kata &#8220;ekonomi&#8221; sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (<em>oikos</em>) yang berarti &#8220;keluarga, rumah tangga&#8221; dan νόμος (<em>nomos</em>), atau &#8220;peraturan, aturan, hukum,&#8221; dan secara garis besar diartikan sebagai &#8220;aturan rumah tangga&#8221; atau &#8220;manajemen rumah tangga.&#8221; Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.</p>
<p>Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah <em>mikroekonomi</em> vs <em>makroekonomi</em>. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, <em>mainstream</em> vs <em>heterodox</em>, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan,keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia<a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia"></a>.</p>
<p>Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah &#8220;pembuatan keputusan&#8221; dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan<a title="Pernikahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan"></a>, kesehatan,hukum<a title="Hukum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum"></a>, kriminal , perang dan agama . gary backer dari <a class="new" title="University of Chicago (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=University_of_Chicago&amp;action=edit&amp;redlink=1"></a>university of chacgo adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.</p>
<p>Banyak ahli ekonomi <em>mainstream</em> merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan &#8220;apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?&#8221; The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kholilur.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kholilur.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kholilur.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kholilur.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=4&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kholilur.wordpress.com/2008/04/05/sejarah-perkembangan-ilmu-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e9d2f330d62d7bfe62c9bcaa8d7e35?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kholilur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/01/NYSE-floor.jpg/300px-NYSE-floor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Transaksi di bursa saham New York</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0a/AdamSmith.jpg/180px-AdamSmith.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://kholilur.wordpress.com/2008/03/10/hello-world/</link>
		<comments>http://kholilur.wordpress.com/2008/03/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 04:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kholilur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=1&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kholilur.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kholilur.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kholilur.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kholilur.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kholilur.wordpress.com&amp;blog=3112146&amp;post=1&amp;subd=kholilur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kholilur.wordpress.com/2008/03/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66e9d2f330d62d7bfe62c9bcaa8d7e35?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kholilur</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
